Selasa, 22 Januari 2013

Mulai Wingko Wijen hingga Kue Ketawa

Selain kerajinan tangan, beberapa olahan pangan khas kota Semarang juga dipamerkan pada pameran Semarang Industri Expo 2012 di Pasaraya Sriratu, Pemuda.

Beragam inovasi produk makan dipromosikan pada pameran itu.  Ya, kudapan khas Kota Semarang yang sering kita jumpai antara lain, lunpia, wingko babat, bandeng presto dan masih banyak lagi. Nah, berbeda dari produk yang saat ini ada, sejumlah produsen makanan mulai berinovasi memproduksi makanan olahan baru yang berbeda dari sebelumnya.

Adalah wingko wijen Evita di Jalan Seteran Serut 7 Semarang. Ditemui di stannya, Sabtu (27/10), Evita menuturkan, wingko wijen mulai diproduksi baru-baru ini yaitu sekitar Februari tahun ini. Sebelumnya, ia sudah memproduksi wijen sejak 25 tahun lalu dengan rasa original serta rasa durian dan nangka.

Termotivasi untuk berinovasi di dunia kuliner, Evita mulai merambah wingko wijen. Rasa dari wingko wijen sama dengan wingko biasanya. Hanya, ada taburan wijen di atasnya.

Harga wingko wijen dijual mulai Rp 15 ribu untuk satu pak yang berisi 10 wingko. Semenjak diperkenalkan ke masyarakat luas, Evita mulai kebanjiran pesanan. Terang saja, wingko wijen yang ia produksi cita rasanya istimewa karena tanpa menggunakan bahan pengawet. Dalam sebulan ia bisa menerima pesanan sekitar 1.500 pak.

Inovasi lain yang tak kalah menarik perhatian pengunjung yaitu kue ketawa. Kue ini sama persis dengan onde-onde ceplis. Namun dari bentuknya jelas berbeda.

Dinamai kue ketawa karena bentuknya merekah seperti orang yang tertawa. Kue yang diproduksi di Gayamsari IV Gemah Semarang itu memiliki beragam rasa, ada rasa cokelat dan keju. Harga satu bungkusnya relatif murah mulai Rp 15.000 - Rp 35.000.